Pertanyaan 124-125
Pertanyaan 124: Apa arti dari permohonan ketiga?
Jawaban: "Kehendak-Mu terlaksana di bumi seperti di surga" berarti bahwa bukan hanya kita, tetapi semua orang dapat melepaskan kehendak mereka sendiri dan dengan rendah hati mengikuti kehendak Allah, karena hanya kehendak Allah yang baik. Dan semua orang dapat memenuhi panggilan mereka dengan rela dan setia, seperti para malaikat di surga.
Kehendak Allah dinyatakan dalam Yohanes 6:40: "Supaya setiap orang yang memandang kepada Anak dan percaya kepada-Nya memperoleh hidup kekal, dan Ia akan membangkitkan mereka pada hari terakhir." Ini berarti bahwa kehendak Allah adalah bahwa "setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus akan diselamatkan," dan bahwa kehendak ini "ditetapkan sebelum dunia dijadikan."
Kita bersyukur karena telah memilih orang-orang kudus dan membawa mereka kepada keselamatan sesuai dengan rencana Allah sebelum penciptaan dunia. Kerajaan Allah datang ke dalam hati orang-orang kudus dan ditegakkan di bumi ini.
Yohanes 1:9 berkata, "Itulah terang yang sejati, yang menerangi setiap orang, yang datang ke dunia." Terang bersinar dalam kegelapan dunia yang tanpa terang rohani. Sama seperti terang bersinar dalam kegelapan, Yesus Kristus, terang kehidupan, bersinar dalam kegelapan umat manusia, menandakan kedatangan Yesus ke dalam kegelapan. Inilah kerajaan Allah di dalam jiwa. Yesus berkata dalam Yohanes 6:63, "Rohlah yang memberi hidup; daging tidak ada gunanya. Perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup."
Pertanyaan 125: Apa arti dari permohonan keempat?
Jawaban: "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami sehari-hari" berarti bahwa Allah akan menyediakan kebutuhan fisik kita sehingga kita dapat mengetahui bahwa Allah adalah satu-satunya sumber dari segala hal yang baik dan bahwa tanpa berkat-Nya, kerja keras, kecemasan, dan bahkan karunia surgawi kita tidak akan bermanfaat. Dengan demikian, kita tidak boleh bergantung pada ciptaan apa pun, tetapi hanya pada Allah.
Saat ini, "makanan sehari-hari" sering dianggap sebagai makanan fisik yang kita makan setiap hari. Dalam Matius 6:25, Yesus berkata, "Jangan khawatir tentang apa yang akan kamu makan untuk hidupmu." Ini berarti, "Untuk terlaksananya kehendak surga di bumi, kita membutuhkan roti hidup." Roti hidup melambangkan hidup kebangkitan.
Ayat yang sama terdapat dalam Yohanes 6:27: "Janganlah kamu bekerja untuk makanan yang binasa, tetapi untuk makanan yang kekal." Roti hidup (hidup kebangkitan) adalah perjanjian kekal. Ketika Yesus memecahkan roti dan memberikannya kepada murid-murid-Nya sebelum penyaliban-Nya, Ia berkata, "Inilah tubuh-Ku," dan ketika Ia memberikan cawan kepada mereka, Ia berkata, "Inilah perjanjian baru dalam darah-Ku." Perjanjian baru adalah perjanjian kekal yang dibicarakan Allah. Perjanjian kekal mengacu pada perjanjian yang dibuat Allah dengan Abraham, Ishak, dan Yesus Kristus, benih janji. Ini berarti bahwa roti adalah perjanjian kekal.
Komentar
Posting Komentar