Pertanyaan 119: Apakah Doa Bapa Kami?
Pertanyaan 119: Apakah Doa Bapa Kami?
Jawaban: Bapa kami yang di surga, kuduslah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami makanan kami sehari-hari. Ampunilah kami dari dosa-dosa kami, seperti kami juga mengampuni orang yang berdosa kepada kami. Janganlah Engkau membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari kejahatan. Karena Engkaulah yang memiliki kerajaan, kuasa, dan kemuliaan, selama-lamanya. Amin.
Doa yang diajarkan Tuhan kepada kita hanyalah satu contoh. Dia menyuruh kita untuk tidak menghafal Doa Bapa Kami dan melafalkannya seperti mantra, tetapi untuk mendoakannya sesuai dengan keadaan kita masing-masing.
Isi Doa Bapa Kami adalah doa untuk nama Bapa, kehendak Bapa, makanan rohani, pembebasan dari dosa, dan pembebasan dari godaan dan kejahatan Setan.
Nama Bapa adalah Yehova di surga, dan di bumi Yesus. Pengudusan nama itu bukanlah kata benda itu sendiri, melainkan penghormatan dan pengagungan Yesus. Orang-orang berfokus pada nama, tetapi ini keliru.
Kehendak Bapa adalah untuk menghidupkan kembali roh-roh mati dari sesama kita. Secara khusus, kita berdoa untuk keselamatan mereka yang terhubung dengan orang-orang percaya.
Roti sehari-hari tidak merujuk pada makanan duniawi, tetapi pada makanan rohani. Dengan merenungkan ayat Alkitab tertentu setiap hari, kita berdoa untuk pencerahan rohani dan pengisian Roh Kudus.
Mengenai masalah dosa, tertulis, “Ampunilah kami (aphiemi) dosa-dosa kami (opheilemi), seperti kami mengampuni (aphiemi) orang-orang yang berdosa (opheilema) terhadap kami.”
Kata Yunani aphiemi, yang digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang telah berdosa terhadap kita, berarti mengabaikan atau membebaskan. Opheilema, bukan dosa, merujuk pada hutang, artinya kita berhutang kepada Allah. Untuk melunasi hutang ini, kita harus mati terhadap dosa, tetapi Yesus Kristus telah membayar hutang itu dengan mati menggantikan kita.
Selama kita hidup, kita menanggung hutang yang cukup besar satu sama lain. Hutang berasal dari dosa, hutang kepada orang lain, hutang yang dipinjam dan tidak dibayar—ini hanyalah beberapa contoh. Hutang-hutang ini bahkan dapat memiliki dampak yang meluas. Hutang-hutang ini melampaui masalah pribadi seseorang, memengaruhi semua orang di dunia, baik secara sadar maupun tidak sadar. Semua ini adalah hutang. Hutang-hutang ini timbul dari kematian rohani. Sangat penting bagi orang percaya untuk mengingat dan merenungkan mereka yang berhutang dan mendoakan mereka.
Komentar
Posting Komentar