Pertanyaan 91: Apakah perbuatan baik itu?

 Pertanyaan 91: Apakah perbuatan baik itu?

Jawaban: Perbuatan baik adalah perbuatan yang dilakukan bukan menurut pendapat kita sendiri atau kebiasaan manusia, tetapi menurut hukum Allah dan untuk kemuliaan Allah, dan dilakukan hanya dengan iman yang sejati.

Lukas 18:18-19 berkata, “Seorang penguasa bertanya kepada-Nya: ‘Guru yang baik, apakah yang harus kulakukan untuk mewarisi hidup kekal?’ Yesus menjawabnya: ‘Mengapa engkau menyebut Aku baik? Tidak ada yang baik kecuali Allah saja.’”

Kebaikan yang dibahas di sini tidak merujuk pada atribut atau karakter kudus tertentu, tetapi lebih kepada standar absolut. Standar absolut ini adalah Allah, dan jika seorang percaya menjauh dari Allah, ia tidak baik. Oleh karena itu, jika seorang percaya tetap berada di dalam Allah, ia baik.

Perbuatan baik adalah percaya kepada Dia yang diutus oleh Allah dan menaati firman Dia yang diutus oleh Allah. Inilah arti berbuat baik. Pada akhirnya, perbuatan baik adalah percaya bahwa orang percaya telah mati bersama Yesus Kristus dan dibangkitkan bersama-Nya.

Mati berarti mati terhadap hukum. Artinya, karena Yesus mati di kayu salib dan menggenapi hukum Taurat, mereka yang bersatu dengan Dia juga menggenapi hukum Taurat. Oleh karena itu, mereka yang berada di dalam Kristus dapat dikatakan bebas dari hukum Taurat.

Di dalam komunitas gereja saat ini, ada orang-orang yang mencampur Injil dengan legalisme. Mereka mengklaim bahwa seseorang harus percaya pada Injil dan dengan tekun menaati hukum Taurat, dan mereka yang mengikuti hal ini dianggap jahat di mata Tuhan.

Bahkan jika seseorang percaya kepada Yesus, dibaptis, dan dilahirkan kembali oleh Roh Kudus di dalam komunitas gereja, jika seseorang tidak mati terhadap dunia dan dosa, ia tidak dapat mengatakan bahwa ia berada di dalam Kristus. Jika seseorang tidak tinggal dalam Firman Yesus Kristus, ia tidak baik, dan ia tidak melakukan perbuatan baik.

Kata-kata Yesus Kristus menyerukan penyangkalan diri dan memikul salib. Ini tidak berarti orang percaya harus dengan tekun melakukan penyangkalan diri dan upaya untuk memikul salib mereka. Sebaliknya, mereka harus percaya bahwa jika mereka percaya bahwa mereka telah mati bersama Yesus, mereka akan diberi kehidupan kebangkitan bersama Dia melalui kuasa Roh Kudus, menjadikan mereka ciptaan baru. Ini menjadi surga di dalam jiwa.

Pada akhirnya, pesan Yesus adalah untuk bertobat dan mendirikan kerajaan surga. Dia memanggil kita untuk menyangkal bait suci lama (diri lama) di dalam hati kita dan bertemu dengan Yesus Kristus, yang berdiam di bait suci yang baru. Inilah cara kita membawa kerajaan Allah ke bumi. Inilah arti memenuhi kehendak Allah dan berbuat baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(6) Matna dan Burung Puyuh

Pertanyaan 60. Dapatkah mereka yang belum pernah mendengar Injil, dan karena itu tidak mengenal atau percaya kepada Yesus Kristus, memperoleh keselamatan dengan hidup menurut terang akal budi?

Pertanyaan 76. Apa yang dimaksud dengan pertobatan menuju hidup?