Pertanyaan 66: Apakah sakramen itu?

Pertanyaan 66: Apakah sakramen itu?


Jawaban: Sakramen adalah tanda atau meterai kudus yang terlihat, yang ditetapkan oleh Allah, bukan hanya untuk memungkinkan kita yang menggunakannya untuk lebih memahami janji-janji Injil, tetapi juga untuk memeteraikannya dengan meterai-Nya sendiri. Inilah Injil yang dijanjikan oleh Allah, bahwa Ia, melalui kasih karunia, mengampuni dosa-dosa kita dan memberi kita hidup kekal melalui satu pengorbanan Kristus di kayu salib.

Pada malam sebelum penyaliban-Nya, Yesus berbicara tentang Perjanjian Baru. Setelah memecahkan roti, Ia berkata, "Cawan ini adalah perjanjian baru dalam darah-Ku." Mereka yang berada di dalam Yesus Kristus menjadi peserta dalam Perjanjian Baru. Mereka yang berada di dalam Yesus Kristus adalah mereka yang dipersatukan dengan Yesus, yang mati di kayu salib, dan dikuburkan bersama-Nya.

Ini adalah keyakinan orang percaya bahwa Yesus mati untuk dosa-dosa-Nya dan penerimaan kematian itu sebagai kematian-Nya sendiri. Karena itu, orang percaya menjadi mati terhadap hukum Taurat (Galatia 2:19), terhadap dosa (Roma 6:2), dan terhadap dunia (Galatia 6:14). Roma 6:3 juga mengatakan, "Tidakkah kamu tahu bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus Yesus telah dibaptis dalam kematian-Nya?" Persatuan orang percaya dengan kematian Yesus adalah partisipasi dalam perjanjian baru.

Dengan kata lain, mereka yang dilahirkan kembali berpartisipasi dalam perjanjian baru. Oleh karena itu, artinya mereka yang dilahirkan kembali dibenarkan oleh iman. Tidak sembarang orang dapat dilahirkan kembali dengan percaya kepada Yesus, tetapi hanya mereka yang dipersatukan dengan kematian Yesus yang dilahirkan kembali. Karena itu, mereka berpartisipasi dalam perjanjian baru.


Roma 8:14-17 “Sebab semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah. Karena kamu tidak menerima roh perbudakan yang menyebabkan kamu jatuh kembali kepada ketakutan, tetapi kamu menerima Roh pengangkatan sebagai anak-anak, oleh karena itu kita berseru, ‘Abba, Bapa!’ Roh itu sendiri memberi kesaksian bersama roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak-anak, maka kita adalah ahli waris—ahli waris Allah dan ahli waris bersama Kristus, jika memang kita menderita bersama Dia supaya kita juga turut serta dalam kemuliaan-Nya.”

Jaminan Roh Kudus bukanlah jaminan melalui sakramen, melainkan jaminan bahwa orang-orang kudus mengingat jaminan Roh Kudus saat memperingati upacara yang disebut sakramen.

Komentar