Pertanyaan 40: Mengapa Kristus harus menempuh jalan kematian?
Pertanyaan 40: Mengapa Kristus harus menempuh jalan kematian?
Jawaban: Karena keadilan dan kebenaran Allah menuntutnya; yaitu, karena tidak ada cara lain untuk membayar harga dosa kita selain melalui kematian Anak Allah.
Ibrani 9:28 Demikianlah Kristus telah dipersembahkan sekali untuk menanggung dosa banyak orang; dan Ia akan muncul kembali untuk kedua kalinya, bukan untuk menangani dosa, tetapi untuk membawa keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia dengan sungguh-sungguh.
Mereka yang berada di bawah hukum Taurat berada di bawah dosa.
Orang-orang Farisi dan imam pada waktu itu melakukan penghujatan terhadap Allah dengan membunuh Anak-Nya. Ketika mereka menyadari kesalahan mereka, Allah berjanji untuk mengampuni dosa-dosa mereka melalui persembahan kurban, kematian Yesus Kristus. Inilah arti penebusan. Namun, mereka tidak menyadarinya dan tidak bertobat. Kematian penebusan tidak terbatas pada orang Yahudi pada waktu itu, tetapi berlaku untuk semua orang.
Karena Yesus berada di bawah kutukan menurut hukum Taurat, bagaimana penebusan ini terjadi? Allah memindahkan dosa-dosa orang-orang yang berada di bawah hukum Taurat kepada Putra-Nya. Oleh karena itu, karena Putra Allah menjadi orang berdosa, Allah menyembunyikan dosa-dosa orang-orang yang bertobat melalui Putra-Nya yang telah mati.
Ini dimulai dengan predestinasi Kristus sebelum penciptaan dunia. Allah memenjarakan malaikat-malaikat yang jatuh di bumi, tetapi menetapkan kasih karunia untuk membawa mereka kembali. Yesus Kristus mengambil peran mati menggantikan mereka, suatu fakta yang dinubuatkan melalui para nabi sejak Kejadian 3:15 dan seterusnya.
Ibrani 9:22-25 『Dan menurut hukum Taurat hampir segala sesuatu disucikan dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Karena itu perlu bahwa salinan-salinan dari hal-hal yang ada di surga disucikan dengan darah itu, tetapi hal-hal surgawi itu sendiri dengan kurban yang lebih baik daripada itu. Sebab Kristus tidak masuk ke tempat kudus buatan manusia, yang merupakan tiruan dari yang asli, melainkan ke surga, untuk sekarang menyatakan diri di hadapan Allah bagi kita; bukan untuk mempersembahkan diri-Nya berulang-ulang, seperti imam besar yang masuk ke tempat kudus setiap tahun dengan darah yang lain.
Komentar
Posting Komentar