34. T: Mengapa kamu menyebut Dia Tuhan kita?
34. T: Mengapa kamu menyebut Dia Tuhan kita?
J: Karena Dia telah menebus kita, baik tubuh maupun jiwa,[1] dari segala dosa kita, bukan dengan perak atau emas, tetapi dengan darah-Nya yang berharga,[2] dan telah membebaskan kita dari segala kuasa iblis untuk menjadikan kita milik-Nya sendiri.[3]
Markus 12:36-37 『Daud sendiri, yang diilhami oleh Roh, berkata: ‘TUHAN berfirman kepada Tuhanku: ‘Duduklah di sebelah kanan-Ku sampai Aku menaklukkan musuh-musuhmu di bawah kakimu.’ Jadi, jika Daud menyebut Dia ‘Tuhan,’ bagaimana mungkin Dia adalah anaknya?’ Dan banyak orang bersukacita mendengarnya.』
Ini adalah kutipan dari Mazmur 110:1, “TUHAN berfirman kepada Tuhanku: ‘Duduklah di sebelah kanan-Ku sampai Aku menjadikan musuh-musuhmu sebagai alas kakimu.’”
Inilah yang dikatakan Daud: "Tuhanku (Kristus)." Karena Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, Kristus adalah Mesias. Daud menyebut Mesias sebagai Tuhan (Adon: penguasa, penyelamat). Dalam hubungan antara Yehuwa dan Mesias, Mesias melambangkan penyelamat yang lahir ke dunia untuk memulihkan Israel. Oleh karena itu, Yehuwa sebagai penyelamat adalah Yesus Kristus.
Markus, dalam Mazmur 110, menggunakan ungkapan Daud, "Tuhanku adalah Kristus," yang dapat diartikan sebagai merujuk kepada Allah yang bermanifestasi dalam daging di Perjanjian Lama. Daud menyebut Mesias sebagai "Tuhanku" (Kristus). Namun, Yesus menanggapi dengan bertanya, "Bagaimana mungkin Aku adalah anak Daud?" Orang-orang Yahudi pada waktu itu tidak memahami arti pernyataan ini. Meskipun Yesus memang keturunan Daud menurut garis darah, secara rohani Ia adalah Mesias (Kristus) dan Anak Allah. Kita harus memeriksa konteksnya untuk menentukan apa yang dimaksud dengan Tuhan.
Komentar
Posting Komentar