Pertanyaan 185. Bagaimana seharusnya kita berdoa?

 Pertanyaan 185. Bagaimana seharusnya kita berdoa?


Jawaban. Kita hendaknya berdoa dengan pemahaman yang sungguh-sungguh akan keagungan Allah, dengan kesadaran yang mendalam akan ketidaklayakan, kemiskinan, dan dosa kita sendiri, dengan pertobatan, dengan hati yang penuh syukur dan terbuka, dengan pengertian, iman, ketulusan, semangat, kasih, dan kemurahan hati, serta dengan ketundukan yang rendah hati kepada kehendak-Nya.


Dalam 1 Tesalonika 5:17, Alkitab memerintahkan kita untuk berdoa tanpa henti. Sebagaimana orang percaya makan setiap hari untuk menopang kehidupan, kita harus berdoa setiap hari untuk kehidupan rohani. Anda mungkin berpikir bahwa berdoa berarti menutup mata dan berdoa kepada Tuhan, tetapi membaca Alkitab, bermeditasi, dan mencari kehendak Tuhan juga merupakan bagian dari doa.


Yeremia 29:12-13 “Maka kamu akan berseru kepada-Ku dan datang untuk berdoa kepada-Ku, dan Aku akan mendengarkan kamu; kamu akan mencari Aku dan menemukan Aku, apabila kamu mencari Aku dengan segenap hatimu.” Ketika ingatan akan dosa muncul dalam benak, orang kudus hendaknya berseru, "Aku mati setiap hari," dan bersyukur serta percaya bahwa ia terbebas dari dosa.


Markus 11:24 "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." Yesus memberi murid-murid-Nya kuasa untuk mengampuni dosa. Dewasa ini, orang-orang kudus juga mewarisi kuasa untuk mengampuni dosa. Mereka mengampuni dosa tanpa keraguan kepada mereka yang bertobat dalam nama Yesus. Ini menjadi doa yang meyakini apa yang telah dicapai dengan melakukannya dalam nama Yesus bagi mereka yang percaya bahwa Yesus telah mati dan bangkit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(6) Matna dan Burung Puyuh

Pertanyaan 60. Dapatkah mereka yang belum pernah mendengar Injil, dan karena itu tidak mengenal atau percaya kepada Yesus Kristus, memperoleh keselamatan dengan hidup menurut terang akal budi?

Pertanyaan 76. Apa yang dimaksud dengan pertobatan menuju hidup?