Pertanyaan 179. Haruskah kita berdoa hanya kepada Tuhan?

 Pertanyaan 179. Haruskah kita berdoa hanya kepada Tuhan?


Jawab. Karena hanya Tuhan yang dapat memeriksa hati kita, mendengar permohonan kita, mengampuni dosa kita, dan mengabulkan keinginan semua orang, dan merupakan satu-satunya objek iman dan ibadah sejati, doa, yang merupakan bagian khusus dari ibadah, hendaknya dipanjatkan hanya kepada-Nya dan bukan kepada siapa pun.

Ada banyak dewa di dunia yang bernama Tuhan. Tuhan adalah kata benda umum, dan diterjemahkan ke dalam bahasa setiap negara. Oleh karena itu, mustahil untuk mengetahui apakah dewa yang diterjemahkan ke dalam bahasa negara tersebut adalah Bapa Yesus Kristus. Sekalipun setiap orang mengatakan bahwa dewa yang mereka percayai adalah Tuhan, bisa jadi itu adalah dewa yang berbeda.

Oleh karena itu, doa hendaknya hanya ditujukan kepada Tuhan yang benar. Memang benar bahwa bangsa Israel juga menyembah dan berdoa kepada berhala sebagai Tuhan. Tuhan memberi tahu bangsa Israel melalui Nabi Maleakhi bahwa Dia tidak pernah menerima kurban.

Bahkan hingga saat ini, orang-orang Yahudi yang menganut agama Yahudi di Israel percaya bahwa Tuhan yang mereka percayai adalah Tuhan yang benar. Namun, umat Kristen mengatakan bahwa mereka bukanlah Tuhan yang sejati karena mereka menyangkal Yesus. Bahkan di dunia Arab, mereka percaya bahwa Tuhan yang diyakini oleh keturunan Ismail, putra sulung Abraham, adalah Tuhan yang sejati. Mereka menyebut Tuhan sebagai Allah.

Tuhan yang sejati hanyalah Tuhan yang Yesus sebut sebagai Bapa. Kebanyakan umat Kristen dewasa ini menyebut Bapa, Putra, dan Roh Kudus sebagai Tuhan sepenuhnya. Mereka hanya mengatakan bahwa mereka adalah tiga Tuhan yang berbeda kedudukannya. Dan mereka juga secara samar-samar mengatakan bahwa Tuhan itu esa. Maka, bagi mereka, Tuhan bukanlah Bapa Yesus. Oleh karena itu, orang percaya yang percaya pada Tritunggal tidak dapat dianggap percaya pada Tuhan yang sejati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(6) Matna dan Burung Puyuh

Pertanyaan 60. Dapatkah mereka yang belum pernah mendengar Injil, dan karena itu tidak mengenal atau percaya kepada Yesus Kristus, memperoleh keselamatan dengan hidup menurut terang akal budi?

Pertanyaan 76. Apa yang dimaksud dengan pertobatan menuju hidup?