Pertanyaan 177. Apa perbedaan antara sakramen Baptis dan Perjamuan Kudus?

Pertanyaan 177. Apa perbedaan antara sakramen Baptis dan Perjamuan Kudus?

Jawab. Sakramen Baptis dan Perjamuan Kudus berbeda dalam hal ini, yaitu Baptisan dilaksanakan dengan air, sebagai tanda dan jaminan kelahiran kembali dan pencangkokan kita ke dalam Kristus, dan hanya dilaksanakan kepada bayi; sedangkan Perjamuan Kudus seringkali dilaksanakan dengan roti dan anggur, untuk menandakan dan mewakili Kristus, makanan rohani bagi jiwa, dan untuk meneguhkan keberadaan dan pertumbuhan kita yang terus-menerus di dalam Dia; dan hanya dilaksanakan kepada mereka yang telah cukup umur dan mampu untuk memeriksa diri.

Perbedaan antara baptisan dan Ekaristi terletak pada perjanjiannya. Baptisan adalah upacara untuk memasuki perjanjian baru dengan menandatangani perjanjian baru, dan Ekaristi adalah upacara bagi orang-orang kudus dalam perjanjian baru untuk mengenang perjanjian tersebut dan mengucap syukur.

 Doktrin ini menyatakan bahwa keduanya merupakan meterai dari perjanjian yang sama, dan baptisan dapat dipandang sebagai meterai perjanjian tersebut, tetapi karena Ekaristi telah dimeteraikan, maka tidak perlu dimeteraikan lagi. Kemudian, muncul pertanyaan apakah meterai dibubuhkan setiap kali Ekaristi diadakan. Penyegelan sama dengan membubuhkan meterai pada suatu kontrak. Ekaristi meneguhkan penyegelan tersebut dan membuat kita merasa senang dan bersyukur karena telah menjadi umat Allah. Oleh karena itu, baptisan adalah ritual satu kali, dan Ekaristi dilakukan dengan hati yang penuh syukur, sehingga dapat dilanjutkan berapa pun jumlahnya.

Menurut doktrin ini, Ekaristi dimaksudkan untuk "menandakan dan mewakili Kristus, makanan rohani bagi jiwa, dan untuk meneguhkan bahwa kita terus tinggal dan bertumbuh di dalam Dia." Keadaan pertumbuhan rohani bukanlah sesuatu yang dapat ditegaskan oleh orang percaya, tetapi dilakukan oleh Allah. Tujuan keselamatan bukanlah pertumbuhan rohani, melainkan roh yang menjadi hidup. Ketika roh yang mati menjadi hidup, identitas orang percaya berubah, dan pikiran daging diubah menjadi pikiran roh. 

Maka, peperangan rohani terjadi di dalam hati orang percaya. Kemampuan pikiran rohani untuk menghakimi pikiran jasmani dicapai melalui pertumbuhan rohani. Peperangan rohani hanya dapat dimenangkan jika Tuhan berperang di depan. Oleh karena itu, pertumbuhan rohani bukanlah sesuatu yang hanya dapat dicapai melalui Ekaristi, melainkan dapat diketahui dengan senantiasa menerima penerangan Roh Kudus dalam hidup seseorang.

Komentar