Pertanyaan 163. Apa saja unsur-unsur sakramen?

 Pertanyaan 163. Apa saja unsur-unsur sakramen?

Jawab. Ada dua unsur dalam sakramen: yang pertama adalah tanda lahiriah dan nyata yang digunakan sesuai dengan karya Kristus sendiri, dan yang kedua adalah rahmat batiniah dan rohani yang dilambangkannya.

Alasan seorang pria dan seorang wanita menikah adalah untuk menjadi satu. Ada upacara yang disebut upacara pernikahan untuk menjadi satu, dan ada juga prosedur untuk mengukuhkannya melalui pencatatan resmi, tetapi ada juga orang yang melewatkannya dan hidup dalam pernikahan berdasarkan hukum adat. Alasan diadakannya upacara pernikahan adalah untuk mengukuhkan bahwa mereka adalah pasangan, tetapi juga untuk memberi tahu semua orang bahwa mereka adalah pasangan.

Demikian pula, upacara sakramen bukan hanya bagi mereka yang berpartisipasi dalam sakramen untuk menjadi umat Allah, tetapi juga untuk memberi tahu dunia bahwa mereka adalah umat Allah. Jika Anda hanya mengadakan upacara pernikahan dan tidak melalui prosedur pencatatan resmi, Anda tidak dijamin secara hukum sebagai pasangan. Demikian pula, jika Anda hanya berpartisipasi dalam upacara sakramen dan tidak memiliki jaminan Roh Kudus, Anda tidak dikenali oleh Allah.

Unsur sakramen dapat dikatakan bahwa melalui ritual eksternal, mereka membiarkan diri mereka sendiri dan orang lain tahu bahwa mereka adalah umat Allah, dan secara internal, mereka dikenali oleh Allah melalui jaminan Roh Kudus. Tentu saja, bahkan jika ritual eksternal dihilangkan, mereka dapat dikenali oleh Allah melalui jaminan Roh Kudus, tetapi ketika kita merenungkan makna yang Yesus ajarkan, maknanya adalah untuk mengukir dalam hati mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang diselamatkan dengan berpartisipasi dalam ritual sakramen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(6) Matna dan Burung Puyuh

Pertanyaan 60. Dapatkah mereka yang belum pernah mendengar Injil, dan karena itu tidak mengenal atau percaya kepada Yesus Kristus, memperoleh keselamatan dengan hidup menurut terang akal budi?

Pertanyaan 76. Apa yang dimaksud dengan pertobatan menuju hidup?