Pertanyaan 149. Dapatkah seseorang menaati perintah-perintah Allah dengan sempurna?
Pertanyaan 149. Dapatkah seseorang menaati perintah-perintah Allah dengan sempurna?
Jawab. Tidak seorang pun dapat menaati perintah-perintah Allah dengan sempurna melalui kasih karunia apa pun yang diterimanya dalam hidup ini, tetapi ia melanggarnya setiap hari dalam perkataan dan perbuatannya.
Roma 7:6-10 Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang telah menawan kita, sehingga kita melayani dalam keadaan baru menurut Roh, bukan menurut hukum Taurat yang lama. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebab aku tidak akan mengenal dosa, kalau tidak melalui hukum Taurat. Karena aku juga tidak akan mengenal keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!" Tetapi dosa, mendapat kesempatan dalam perintah itu, membangkitkan di dalam diriku segala macam keinginan, sebab tanpa hukum Taurat, dosa telah mati. Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat; tetapi sesudah perintah itu datang, dosa mulai hidup, sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya mendatangkan hidup itu ternyata mendatangkan maut bagiku. Hukum Taurat hanya menyadarkan kita akan dosa, tetapi manusia adalah makhluk yang tidak dapat menaati hukum Taurat sendirian. Tujuan Allah memberikan hukum Taurat kepada umat manusia adalah untuk membuat mereka menantikan kedatangan Mesias, seperti yang terlihat dalam persembahan kurban, karena mereka adalah kaum kiri yang tidak dapat menaati hukum Taurat. Itulah sebabnya Yesus Kristus, Sang Mesias, datang ke dunia dan mati demi hukum Taurat.
Roma 7:4 "Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat melalui tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah." Mereka yang mati di dalam Kristus bebas dari dosa, dan dengan bebas dari dosa, mereka dapat memperoleh kebenaran.
Penggenapan kebenaran dapat dilihat sebagai penggenapan perintah-perintah Allah. Roma 8:3-4 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Penggenapan hukum Taurat adalah maut. Orang-orang kudus tidak dapat menaati perintah-perintah hukum Taurat dengan kekuatan mereka sendiri, tetapi karena Kristus telah mati menurut tuntutan hukum Taurat, orang-orang kudus di dalam Kristus juga telah mati menurut tuntutan hukum Taurat (menggenapi hukum Taurat) dan memperoleh kebenaran melalui kuasa Roh Kudus.
Komentar
Posting Komentar