Pertanyaan 125. Mengapa kita harus menyebut orang tua sebagai orang yang lebih tinggi derajatnya?
Pertanyaan 125. Mengapa kita harus menyebut orang tua sebagai orang yang lebih tinggi derajatnya?
Jawab. Alasan kita menyebut orang tua sebagai orang yang lebih tinggi derajatnya adalah agar mereka, seperti orang tua kita di dunia, dapat mengajarkan kita semua kewajiban kita terhadap orang yang lebih rendah derajatnya, agar kita dapat memperlakukan orang yang lebih rendah derajatnya dengan kasih dan kelembutan sesuai dengan hubungan antarmanusia, dan agar orang yang lebih rendah derajatnya dapat dengan lebih rela dan riang melaksanakan kewajiban mereka terhadap orang yang lebih tinggi derajatnya seolah-olah mereka adalah orang tua mereka sendiri.
Pernyataan ini merupakan kelanjutan dari pertanyaan, "Siapakah orang tua dalam perintah kelima?" (Pertanyaan 124). Jawaban atas pertanyaan ini adalah bahwa orang tua bukan hanya orang tua jasmani, tetapi juga semua orang yang lebih tinggi derajatnya dari kita dalam usia dan karunia, dan khususnya mereka yang, menurut ketetapan Allah, berwenang atas kita, baik dalam keluarga, gereja, maupun negara.
Alkitab memerintahkan kita untuk menghormati mereka yang lebih tua dan yang memiliki wewenang. 1 Timotius 2:1-2 “Karena itu, pertama-tama aku menasihati supaya permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur disampaikan untuk semua orang, untuk raja-raja dan semua pembesar, supaya kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.” 1 Timotius 5:1-2 “Janganlah menegur orang yang lebih tua, tetapi nasihatilah dia seperti menegur seorang bapa, laki-laki yang lebih muda seperti saudara laki-laki, perempuan yang lebih tua seperti ibu, perempuan yang lebih muda seperti saudara perempuan, dengan segala kemurnian.”
Namun, perintah kelima bukanlah tentang orang tua duniawi, melainkan tentang ketaatan Yesus Kristus kepada Allah, dan lebih jauh lagi, tentang bagaimana orang-orang kudus di dalam Kristus harus menaati Allah. “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” Orang tua merujuk kepada Allah Bapa, dan menghormati berarti menaati kematian di kayu salib. Maka Allah akan memberimu hidup kebangkitan. Mereka yang ada di dalam Kristus juga harus mati di kayu salib bersama Yesus. Inilah ketaatan. Kemudian, mereka akan hidup selamanya di surga (he basileia ton uranon), yang melambangkan tanah Kanaan yang diberikan oleh Tuhan.
Komentar
Posting Komentar