Pertanyaan 55. Bagaimana Kristus menjadi perantara bagi kita?

 Pertanyaan 55. Bagaimana Kristus menjadi perantara bagi kita?

Jawaban. Perantaraan Kristus bagi kita adalah bahwa Ia senantiasa menampakkan diri di hadapan Bapa-Nya di surga, dalam kebaikan ketaatan dan pengorbanan-Nya yang telah Ia lakukan di bumi dalam kodrat manusiawi kita, dan menyatakan keinginan-Nya untuk menerapkan kebaikan-Nya kepada semua orang percaya; yaitu, Ia menjawab semua tuduhan dan dakwaan terhadap mereka, memberi mereka kedamaian hati nurani, meskipun mereka terus-menerus gagal, memampukan mereka untuk mendekati takhta kasih karunia dengan keyakinan, dan membuat diri mereka dan pelayanan mereka dapat diterima.

Ibrani 7:25 "Karena itu Ia sanggup menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang melalui Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi perantara (entyunkaneien) bagi mereka." Entyunkaneien berarti menjadi penengah. Yesus Kristus menjadi penengah antara orang berdosa dan Allah dan membawa rekonsiliasi. Karena entyunkaneien diterjemahkan sebagai berdoa, maka seolah-olah Yesus senantiasa berdoa kepada Allah, yang merupakan kesalahan penerjemahan. Oleh karena itu, karena ayat tersebut mengatakan untuk berdoa, orang-orang berpikir bahwa bahkan ketika mereka melakukan dosa duniawi atau membuat kesalahan dalam hidup, mereka dapat diampuni karena Yesus berdoa kepada Tuhan. Mereka yang berada di dalam Kristus duduk di surga, dan karena identitas orang kudus adalah untuk duduk di surga, diri jasmani dan diri rohani hidup berdampingan dalam pikiran manusia. Oleh karena itu, identitas orang kudus yang duduk di surga adalah diri rohani. Terjadilah peperangan rohani. Oleh karena itu, Yesus Kristus mengirimkan Roh Kudus, Sang Penghibur, untuk memberi kita kekuatan untuk mengatasi diri jasmani melalui kepenuhan Roh Kudus.

Komentar