Pertanyaan 115. Apa Perintah Keempat?
Pertanyaan 115. Apa Perintah Keempat?
Jawab. Perintah keempat adalah: Ingatlah hari Sabat, dan kuduskanlah. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu. Maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh. Itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Kita perlu melihat bagaimana Alkitab menjelaskan Sabat. Ibrani 4:8-10 mengatakan, "Sebab, jika Yosua telah membawa mereka ke tempat perhentian, tentulah sesudahnya ia tidak akan berbicara tentang hari lain. Jadi masih tersedia hari perhentian, yaitu hari Sabat, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk pada hari Sabat, ia telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya."
Memelihara Sabat berarti menantikan Kristus, Tuhan sumber perhentian. Jika Yosua memberikan perhentian kepada Israel, itu adalah tanah Kanaan. Tanah Kanaan adalah bayangan yang melambangkan kerajaan Allah. Ini berarti bahwa itu bukanlah perhentian sejati. Oleh karena itu, itu berarti bahwa waktu perhentian tetap ada bagi umat Allah. Perhentian sejati adalah masuk ke dalam Yesus Kristus. Ini karena Allah adalah perhentian sejati. Jika seseorang yang telah dilahirkan kembali terhubung dengan Allah di dalam Kristus, ia adalah orang yang telah masuk ke dalam perhentian. Oleh karena itu, karena Kristus telah datang, tidak perlu memelihara Sabat.
Komentar
Posting Komentar