Pertanyaan 110. Alasan apa yang ditambahkan pada perintah kedua untuk lebih menegakkannya?
Pertanyaan 110. Alasan apa yang ditambahkan pada perintah kedua untuk lebih menegakkannya?
Jawab. Alasan yang ditambahkan untuk lebih menegakkannya terdapat dalam kata-kata ini: Sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku; dan menunjukkan belas kasihan kepada beribu-ribu orang dari antara mereka yang mengasihi Aku dan menaati perintah-perintah-Ku. Ini menandakan kedaulatan Allah atas kita, dan ketaatan yang ada di dalam kita. Allah menganggap penyembah berhala sebagai pezina rohani, dan menunjukkan murka-Nya yang penuh dendam; menganggap para pelanggar perintah ini sebagai pembenci-Nya, dan mengancam akan menghukum mereka selama-lamanya; dan menjanjikan belas kasihan-Nya kepada semua orang yang mengasihi-Nya dan menaati perintah-perintah-Nya. Ulangan 5:8-10 "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih karunia kepada beribu-ribu orang, yang mengasihi Aku dan berpegang pada perintah-perintah-Ku."
Penyembahan berhala dinyatakan sebagai perzinahan rohani. Hubungan antara Allah dan umat Israel diibaratkan seperti pasangan suami istri, dan dinyatakan bahwa Allah cemburu karena umat Israel menyembah berhala. Yeremia 3:8-10 "Karena Israel yang murtad itu berzinah, maka Aku menceraikan dia dan memberikan surat cerai kepadanya. Namun, Aku melihat bahwa Yehuda, saudara perempuannya yang berkhianat itu, tidak takut; ia pun pergi bersundal. Ia bersundal dengan batu dan kayu, dan dengan cara yang ringan ia menajiskan negeri itu. Namun dalam semuanya ini, Yehuda, saudara perempuannya yang berkhianat itu, tidak berbalik kepada-Ku dengan hatinya, melainkan bertindak curang," demikianlah firman TUHAN.
"Aku akan membalaskan kesalahan bapa-bapa kepada anak-anak, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku." Terjemahan bahasa Ibrani dari ayat ini adalah "Aku akan membalaskan kesalahan bapa-bapa kepada anak-anak, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku." Dosanya adalah perzinahan, dan itu berarti dosa berpaling dari Allah agar menjadi seperti Allah. Ini adalah penyembahan berhala dan keserakahan.
"Aku menunjukkan belas kasihan kepada beribu-ribu orang yang mengasihi Aku dan menaati perintah-perintah-Ku." Mengasihi Allah berarti menjadi satu dengan Allah. Ketika umat menyadari dosa-dosa mereka di dalam hukum Taurat dan mengakui bahwa mereka telah mati, menjadi satu dengan korban persembahan, Allah merangkul mereka. Maka mereka menjadi satu dengan Allah. Cara mengasihi Allah adalah dengan menjadi korban rohani yang hidup bagi orang-orang kudus.
Roma 12:1-2 “Karena itu aku menasihati kamu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan gambaran dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu. Maka kamu akan dapat menguji dan menentukan apakah kehendak Allah, yaitu kehendak-Nya yang baik, yang berkenan kepada-Nya, dan yang sempurna.”
Mereka yang menaati perintah-perintah Allah menyimpannya di dalam hati mereka agar mereka tidak melupakannya, dan mereka hidup sesuai dengan firman-Nya. Dalam hal kerajaan surga, kerajaan surga bagaikan seorang tuan yang memasang kuk pada lembu, dan itu berarti Allah mengikatkan tali kepada mereka yang telah menjadi umat-Nya dan menarik mereka. Itu berarti mereka akan pergi bersama selamanya.
Komentar
Posting Komentar