Pertanyaan 124. Siapakah yang dimaksud dengan orang tua dalam perintah kelima?

 Pertanyaan 124. Siapakah yang dimaksud dengan orang tua dalam perintah kelima?

Jawab. Orang tua dalam perintah kelima tidak hanya dimaksudkan oleh orang tua kandung, tetapi juga oleh semua orang yang lebih tinggi usia dan karunianya, dan khususnya oleh ketetapan Allah, mereka yang berwenang atas kita, baik dalam keluarga, gereja, maupun negara.

Jika kita menerjemahkan ulang Alkitab Ibrani dalam Ulangan 5:16, dikatakan, "Taatilah Tuhan, Allahmu, yang telah memerintahkan engkau, seperti yang diperintahkan ayahmu dan ibumu kepadamu..." Objek ketaatan adalah Allah. Intinya adalah orang-orang kudus harus menaati Allah mereka sebagaimana mereka menaati orang tua duniawi mereka. Oleh karena itu, orang tua secara dangkal merujuk kepada orang tua duniawi, tetapi secara harfiah, mereka dapat dilihat merujuk kepada Allah yang rohani. Yaitu memandang kepada Allah, orang tua rohani, melalui orang tua duniawi.

Yesus menceritakan perumpamaan tentang anak yang hilang. Anak yang hilang menyesal meninggalkan rumah ayahnya dan kembali ke kampung halamannya seolah-olah ia sudah mati. Namun, manusia tidak menyadari bahwa mereka adalah makhluk yang telah meninggalkan Tuhan. Anak yang hilang kembali ke rumah ayahnya. Sang ayah menyiapkan pesta untuk anak yang hilang yang kembali.

Keselamatan adalah kembali ke tempat asal kita. Ketika anak yang hilang kembali ke rumah ayahnya, ia kembali seolah-olah ia telah mati. Orang-orang kudus juga harus mati bersama Yesus dan kembali. Ketika tubuh jasmani (manusia lama) mati, Tuhan akan mengenakan tubuh rohani kepada kita. Jadi, roh akan dibangkitkan dan kembali kepada Tuhan dengan mengenakan tubuh rohani. Subjek dari kepulangan adalah roh. Tuhan adalah roh, jadi mereka yang ada di dalam Tuhan juga adalah roh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengakuan Iman

Pertanyaan 60. Dapatkah mereka yang belum pernah mendengar Injil, dan karena itu tidak mengenal atau percaya kepada Yesus Kristus, memperoleh keselamatan dengan hidup menurut terang akal budi?

Pertanyaan 76. Apa yang dimaksud dengan pertobatan menuju hidup?