Apa bedanya narapidana dalam hukum dan narapidana bebas?

Q / A 7: Apa bedanya narapidana dalam hukum dan narapidana bebas? Mereka yang mencoba menyelesaikan masalah dosa sendiri terjebak dalam hukum. Jika seseorang memeriksa apakah dia telah berdosa menurut hukum, dan berusaha untuk hidup dengan rajin untuk tidak melakukan dosa, dia akan menjadi orang yang menegakkan kebenarannya seperti orang Israel. Itu seperti mereka yang tidak percaya pada tebusan kematian Yesus Kristus. Yesus Kristus mati di kayu salib sekaligus untuk menebus semua dosa dunia, dan tidak perlu lagi mempersembahkan korban. Dalam Ibrani 9:12,『dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. 』 Dalam Ibrani 10: 1-2,『Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. 』 Yang tidak menyadarinya adalah mereka yang terjebak hukum. Dalam Galatia 3:23,『Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. 』 Mereka yang terikat hukum adalah mereka yang berusaha menyelesaikan dosa-dosanya sendiri. Ketika Anda masuk ke dalam Kristus, semuanya diselesaikan. Dalam 3:24, 『Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. 』 T / A 8: Apakah iman itu? Ada dua tipe orang yang telah bergabung dengan gereja. Mereka hanyalah orang-orang yang percaya kepada Yesus dan dilahirkan kembali. Anda tidak dapat diselamatkan kecuali Anda dilahirkan kembali. Dilahirkan kembali berarti dilahirkan kembali. Mereka berkata bahwa mereka percaya kepada Yesus, tetapi itu berarti bahwa mereka tidak dapat diselamatkan kecuali jika mereka dilahirkan kembali. Ini seperti metafora bahwa raja membawa siapa pun di pesta pernikahan raja. Namun, mereka yang tidak mengenakan pakaian formal akan diusir. Jubah itu adalah kelahiran kembali. Makna terlahir kembali berarti orang tua itu mati dan terlahir kembali sebagai manusia baru. Meskipun ada raga dari orang tua, orang batiniah itu mati, terlahir kembali, dan menjadi makhluk yang berbeda. Jadi, mereka sadar bahwa mereka lahir dari surga dan menjadi orang yang menjaga jati dirinya. Pikiran seseorang adalah pikiran roh, dan mereka yang tidak mengikuti pikiran daging yang diterima dari orang tua. Dalam Roma 8: 5,『Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 』 Pikiran roh dan pikiran kedagingan bertarung sampai mati. Rasul Paulus menghela nafas, "Oh, saya orang miskin." Namun dalam Roma 8:26,『Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 』 Iman orang yang dilahirkan kembali dipimpin oleh Roh Kudus pada janji-janji kekal. Hanya orang-orang kudus yang harus memberitakan firman kebenaran ketika mereka hidup di dunia ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengakuan Iman

Pertanyaan 60. Dapatkah mereka yang belum pernah mendengar Injil, dan karena itu tidak mengenal atau percaya kepada Yesus Kristus, memperoleh keselamatan dengan hidup menurut terang akal budi?

Pertanyaan 76. Apa yang dimaksud dengan pertobatan menuju hidup?